NOL Toleransi Untuk Pemotongan Dana PKH Bagi Masyarakat Miskin

Prosentase Penggunaan Dana APBDes Desa Hanura Tahun 2016

Sejak digulirkannya Program Peserta Keluarga Harapan (PKH) November 2014 terhitung sudah lima kali dilakukan pencairan melalui Kantor Pos Cabang  Hanura Kecamatan Teluk Pandan. Untuka Desa Hanura sendiri ada 29 orang dari ibu-ibu kelompok Rumah Tangga Miskin Sasaran yang terdaftar menerima pendanaan Program PKH. Kepala Desa Hanura berharap kepada para pihak yang terkait dengan program ini selalu berkomunikasi dan berkordinasi dengan baik mengingat sejak digulirkanya program ini para pendamping PKH di tingkat desa nyaris tidak ada komunikasi dengan pihak Pemerintah Desa Hanura.

Tertib mengantri para peserta PKH ketika mengambil pencairan dana yg ke-5 di Kantor Pos Desa Hanura (desa hanura. doc)
Tertib mengantri para peserta PKH ketika mengambil pencairan dana yg ke-5 di Kantor Pos Desa Hanura (desa hanura. doc)

Untuk Peserta PKH sebanyak 29 orang yang ada di Desa Hanura merupakan hasil validasi oleh Pemerintah Desa, walaupun ada beberapa warga yang mengundurkan diri dari kepesertaan Program PKH sejak awal, namun Kepala Desa Hanura Chodri Cahyadi menjamin bahwa ke-29 orang ini sudah tepat dan layak untuk mendapat bantuan dari Pemerintah melalui Program Peserta Keluarga Harapan (PKH). Untuk itupun kepala Desa Hanura berharap kepada para Pendamping dan para Pihak untuk dapat melakukan Pembinaan dan Pengawasan pada saat pencairan dengan baik. Saya tidak akan toleransi siapapun yang melakukan pemotongan dana PKH masyarakat saya, mereka harus dapatkan haknya seutuhnya demikian orang nomer satu di Desa Hanura ini menuturkan. (Dod)

Facebook Comments

14 Comments

  1. Program PKH seharusnya dapat menjadi stimulan bagi penerima untuk dapat segera bangkit dari kemiskinan..Bukan sebagai ajang bagi2 “ikan” yang akhirnya cuma bermuara di (maaf) WC… Pendamping Program yang dengan sengaja ataupun tidak menghimpun dana/potongan dari peserta, Hanya satu Kata yang cocok bagi mereka yaitu: “TIKUS GOT”

  2. Program PKH seharusnya dapat menjadi stimulan bagi penerima untuk dapat segera bangkit dari kemiskinan..Bukan sebagai ajang bagi2 “ikan” yang akhirnya cuma bermuara di (maaf) WC… Pendamping Program yang dengan sengaja ataupun tidak menghimpun dana/potongan dari peserta, Hanya satu Kata yang cocok bagi mereka yaitu: “TIKUS GOT”

  3. aih. pak. sulit lah membuktikannyo. anggota kelompok PKH di minta 20rb sampai 50rb besarannyo yang di pungut oleh ketua kelompok, ado bae alasannyo, untuk uang lelahlah, uang bensinlah. ah. tak taulah untuk apo iuran itu 20rb sampai 50rb besarannyo yang di pungut lewat ketua kelompok. tapi tak tau juga tu memangkah ulah ketua kelompok saja ataukah ada arahannyo dari pendamping??? tak ado tanda terima pungutan itu. onde mande. mohon di sidaklah pak…

  4. aih. pak. sulit lah membuktikannyo. anggota kelompok PKH di minta 20rb sampai 50rb besarannyo yang di pungut oleh ketua kelompok, ado bae alasannyo, untuk uang lelahlah, uang bensinlah. ah. tak taulah untuk apo iuran itu 20rb sampai 50rb besarannyo yang di pungut lewat ketua kelompok. tapi tak tau juga tu memangkah ulah ketua kelompok saja ataukah ada arahannyo dari pendamping??? tak ado tanda terima pungutan itu. onde mande. mohon di sidaklah pak…

  5. looh…masih ada to keluarga hanura yang masih membutuhkan PKH? sudah selayaknya target tahun 2015 menghsapus daftsar keluarga penerima PKH, itu tanggung jawab bersama seluruh masyarakat hanura …bagaimana memberdayakan masyarakat yg demikian. Pantang kita merendahkan diri dlm hal demikian, karena apa? karena kita adalah masyarakat yang beradab, lembaga gotong royong sangat memadai di lingkungan masyarakat kita. Ambil contoh (saat saya masih kecil,ingat) :
    1. pindah rumsah digotong bersama,
    2. saat mencangkul ladang dan sawah, kita lakukan gotong royong-malah saat panen sawah dimulai, orang yang ikut membuka sawah adalah prioritas yg menerima kesempatan untuk mendapat memanen bersama dg upah pertiga-an atau perpuluhan, sudah tidak ingat secara persis lagi
    3. begitu juga saat membuka ladang, kalo panen tiba kita gotong royong memanen bersama dengan prosentase brp…
    Garap itu pak Kepala Desa masyarakat kita yang menjadi sasaran PKH, memalukan.

  6. looh…masih ada to keluarga hanura yang masih membutuhkan PKH? sudah selayaknya target tahun 2015 menghsapus daftsar keluarga penerima PKH, itu tanggung jawab bersama seluruh masyarakat hanura …bagaimana memberdayakan masyarakat yg demikian. Pantang kita merendahkan diri dlm hal demikian, karena apa? karena kita adalah masyarakat yang beradab, lembaga gotong royong sangat memadai di lingkungan masyarakat kita. Ambil contoh (saat saya masih kecil,ingat) :
    1. pindah rumsah digotong bersama,
    2. saat mencangkul ladang dan sawah, kita lakukan gotong royong-malah saat panen sawah dimulai, orang yang ikut membuka sawah adalah prioritas yg menerima kesempatan untuk mendapat memanen bersama dg upah pertiga-an atau perpuluhan, sudah tidak ingat secara persis lagi
    3. begitu juga saat membuka ladang, kalo panen tiba kita gotong royong memanen bersama dengan prosentase brp…
    Garap itu pak Kepala Desa masyarakat kita yang menjadi sasaran PKH, memalukan.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. NOL Toleransi Untuk Pemotongan Dana PKH Bagi Masyarakat Miskin | rglfm
  2. NOL Toleransi Untuk Pemotongan Dana PKH Bagi Masyarakat Miskin | rglfm

Tinggalkan Balasan