Desa Hanura Terlibat Dalam Pengelolaan Tahura WAR

Kepala Desa Hanura saat memberikan sambutan dalam kegiatan gagasan RBM (desa hanura. doc)

Sebagai wujud kepedulian terhadap Kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman (Tahura WAR), Desa-Desa yang berbatasan langsung dan erat keterkaitanya dengan Kawasan ini bersama Para Pihak Sepakat membangun kesepahaman. Adapun Desa-Desa yang terlibat dan para pihak dalam membangun kesepahaman ini antara lain : Desa Hanura, Desa Hurun, Desa Cilimus, UPTD Tahura WAR, Kawan Tani, SHK Lestari dan Kelompok Tani Sinar Banten. Bentuk kesepakatan bersama ini tertuang dalam Berita Acara yang ditanda tangani secara bersama pada hari itu juga Kamis 21 Mei 2015. Adapun para pihak yang terlibat sepakat untuk membangun Kolaborasi dengan model skema Resort Based Management (RBM).

Kepala Desa Hanura saat memberikan sambutan dalam kegiatan gagasan RBM (desa hanura. doc)
Kepala Desa Hanura saat memberikan sambutan    dalam          kegiatan gagasan RBM (desa hanura. doc)

Acara yang berlangsung selama satu Hari ini dihadiri oleh Kepala UPTD Tahura WAR Sumardi S.Hut yang sekaligus juga menanda tangani Berita AcaraKesepahaman pada hari itu juga. Dalam sambutanya Orang nomor satu di Tahura WAR ini mengajak peran sertanya para Pemerintah Desa untuk menjaga kelestarian Tahura WAR dan saling mengintegrasikan program-program yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas para petani penggarap di Tahura WAR, Begitu juga harapan Pemerintah Desa pentingnya menjalin komunikasi dan membangun sinergitas seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Hanura Chodri Cahyadi saat memberikan sambutan sebagai Tuan Rumah penyelenggara kegiatan pada hari itu.

Inisiasi skema Resort Based Management (RBM) diusung oleh Kawan Tani Lampung yang sebelumnya sudah disosialisasikan pada Kelompok-Kelompok Tani di wilayah Rayon Youth Camph Kecamatan Teluk Pandan. Kegiatan skema RBM ini meliputi areal seluas 400 Ha di wilayah resort Youth Camph dan melibatkan semua Kelompok Tani Penggarap Hutan di wilayah Tiga Desa Kecamatan Teluk Pandan. “Penandatanganan Berita Acara Kesepahaman hari ini adalah wujud komitmen moral para pihak, artinya tidak ada kekuatan hukum yang mengikat hanya saja para pihak terlibat perlu menunjukkan tanggung jawab moral dalam menyikapi kondisi tahura pada saat ini dan mendatang” ungkap Nopi Juansyah selaku fasilitator kegiatan ini dari Kawan Tani Lampung (gunt)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan