Membangun Green House Guna Mendorong Ketahanan Pangan Keluarga

Pembuatan Green House di Desa Hanura Akan di Jadikan Sarana Edukasi Masyarakat

Hanura – Pemerintah Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan terus mendorong masyarakat setempat memanfaatan lahan kosong terutama disekitar lingkungan rumah. Hal itu pula yang menyebabkan berdirinya Green House (rumah hijau) yang dibangun oleh pmerintah desa hanura guna menciptakan ketahanan pangan keluarga. Sekretaris Desa Hanura, Agus Guntoro mengatakan, pemerintah desa hanura melalui perangkatnya selalu giat mendorong masyarakat setempat untuk dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah agar dapat terciptanya kemandirian dan ketahanan pangan keluarga. Hal ini pula yang mendorong pemerintah desa Hanura untuk membangun Green House yang akan digunakan sebagai sarana belajar dan percontohan bagi masyarakat setempat dalam melakukan pemanfaatan lahan pekarangan rumah.
Kami juga telah melakukan sosialisasi kepada kelompok perempuan untuk usaha pemanfaatan lahan pekarangan rumah karena merupakan program unggulan. Dengan adanya Green House ini, nantinya masyarakat akan diberikan pelatihan dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan pemanfaatan pekarangan rumah, kata Agus Guntoro.

Pembuatan Green House di Desa Hanura Akan di Jadikan Sarana Edukasi Masyarakat
    Pembuatan Green House di Desa Hanura Akan di Jadikan Sarana Edukasi     Masyarakat

Menurut Agus, pemanfaatan lahan pekarangan rumah, merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan dalam rumah tangga. Maka itu pemanfaatan lahan pekarangan rumah akan dapat mengurangi pengeluaran belanja bulanan sehingga dalam mencukupi kebutuhan pangan keluarga, tidak terlalu menjadi beban masyarakat. Program ini juga untuk memenuhi pola pangan harapan masyarakat dalam rangka mengkomsumsi makanan yang bervitamin. Dimana dalam melakukan pengelolaan lahan pekarangan rumah dilakukan dengan menanam berbagai aneka jenis sayuran juga tanaman obat-obatan, ujarnya.

Tujuan utama dari pembangunan Green House seluas 6×6 meter yang berada disekitar lingkungan kantor pemenerintah desa Hanura itu, lanjut Agus, adalah untuk menciptakan kemandirian dan ketahanan pangan keluarga. Dengan kondisi wilayah desa Hanura yang hampir tidak terdapat lahan pertanian, maka pemerintah desa Hanura menjalankan program kemandirian dan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah.
Dengan adanya Green House ini, pembinaan pengelolaan kemandirian dan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah akan lebih dimaksimalkan. Agar, tercipta keluarga yang mandiri dan sejahtera, tandasnya.

Sementara, Kepala Desa Hanura, Chodri Cahyadi menegaskan, dengan terciptanya ketahanan pangan keluarga, maka kondisi pangan bagi rumah tangga dapat terpenuhi yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik dalam jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau oleh masyarakat.Untuk itu, kami juga mengajak semua pihak untuk tetap memperhatikan masalah pangan ini. Karena pangan adalah kebutuhan utama masyarakat yang harus dipenuhi di samping kebutuhan sandang dan papan. Sebab, kekurangan pangan juga dapat menimbulkan gejolak sosial di masyarakat,tuturnya.
Pembangunan Green House yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga tersebut bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat ke desa untuk meningkat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Selain Green House, anggaran dana desa Hanura tahap pertama telah dialokasikan untuk pembuatan drainase dan gorong-gorong sepanjang 140 meter yang ditempat di sekitar lapangan Krida Yuana hingga menuju sungai diwilayah setempat. Juga pembangunan drainase sepanjang 90 meter di pasar desa Hanura dan pembangunan 1 sumur bor di Dusun C, Desa Hanura.
Dalam pengalokasian dana desa ini, kami menitik beratkan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan hal ini juga telah di atur dalam Juknis penggunaan anggaran dana desa oleh pemerintah pusat melalui Permendesa Dan PDT Nomor 5 Tahun 2015 Tentan Skala Prioritas Penggunaan Dana Desa, dengan tetap memperhatikan aspek jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah dan tingkat kesulitan geografis, tutup Chodri. (soc)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan