Perwakilan Petani Dari Desa Hanura Hadiri Symposium International

Para Pserta symposium perwakilan 74 Negara dari 5 Benoa (desa hanura. doc)

Bandar Lampung – sebagai daerah penyangga Kawasan Hutan Raya Wan Abdul Rahman Gunung Betung Register 19 dan hampir 50 % dari jumlah petani yang ada di Desa Hanura mengandalkan usaha pada kawasan tersebut yang tergabung dengan Kelompok Pengelola Hutan Sistim Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari. Pada acara International Symposium Climate Change And Voices The World yang diselenggarakan di Seven (The 7) Hotel tanggala 25 November 2016 keterlibatan Kelompok SHK Lestari sangat penting pada acara ini, pasalnya Area Kelola Komunitas yang mempunyai wilayah Kelola 900 Ha lebih ini akan dijadikan Field Triep pada kegiatan Beniel General Meeting (BGM) yang diselenggarakan oleh Sahabat Bumi Dunia/FoE dan Walhi Nasional.

Para Pserta symposium perwakilan 74 Negara dari 5 Benoa (desa hanura. doc)
Para Pserta symposium perwakilan 74 Negara dari 5 Benoa (desa hanura. doc)

Symposium Sehari dengan Tema Pengakuan atas Wilayah Kelola Rakyat Tantangan dan Peluang mewujudkan Keadilan Iklim Global dibuka langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutan (LHK) DR. Siti Nurbaya Bakar, selain dihadiri Peserta Sahabat Bumi International/FoE acara ini juga di hadiri petinggi daerah Provinsi Lampung dan jajaranya dalam acara seremonial pembukaan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir.Sutono membacakan sambutan Gubernur Lampung. Acara yang berlangsung selama satu hari ini juga dihadiri perwakilan Walhi Daerah di Indonesia dan beberapa undangan komunitas masyarakat adat dan Organisasi Rakyat di daerah.

Acara Symposium selama satu hari ini merupakan rangkaian kegiatan Beniel General Meeting (BGM) yang diselenggarakan oleh Sahabat Bumi International/FoE yang akan mengakhiri kegiatan pada tanggal 03 desember 2016 di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Dijadikan Desa Hanura sebagai acara puncak kegiatan dan wilayah Field Triep (kunjungan lapangan) Selain terdapat Kelompok SHK Lestari yang sudah dianggap sukses mengelola Kawasan Hutan Raya Wan Abdul Rahman (Tahura WAR) dengan praktek-praktek pengelolaan Perhutanan Sosial, juga prestasi Desa Hanura sebagai Desa Terbaik tingkat Nasional Regional 1 Wilayah Sumatera (Eka)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan