Keminfo RI dan B-Kraf Pusat Adakan Seminar TI Di Desa Hanura Kab. Pesawaran

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Keminfo) RI dan Badan Ekonomi Kreatif (B-Kraf) Pusat menggelar seminar tentang Tekhnologi Informasi (TI) di Aula Sanggar Mangliawan Desa Hanura, Teluk Pandan, Pesawaran. Jum’at (21/04). Acara ini menghadirkan 4 pemateri, yakni, Baharudin Yusuf dari Isatech Indonesia, Karyadi dari Dinas Kominfo Pesawaran, Dadang Irawanto dari Keminfo RI dan Dr. Liz Zenny Merry dari B-Kraf Pusat. Hadir saat acara ini, Gunadhi Lilik mewakili Kadis Kominfo Pesawaran, Sekcam Teluk Pandan Hadi Jaya Kesuma dan Kepala Desa Hanura, Chodry Cahyadi. Serta, beberapa Sekcam dari 11 Kecamatan dan 37 Kades yang telah memiliki website desa yang ada di Bumi Andan Jejama.

Dr. Liz Zenny Merry dari B-Kraf Pusat saat seminar menjelaskan, setiap desa jika telah memiliki website sendiri sudah pasti dapat mempromosikan daerahnya lewat kecanggihan tekhnologi saat ini. Sebab, menurutnya dengan kecanggihan IT semua informasi baik dari pusat hingga ketingkatan paling bawah dapat diketahui.

“Kalo di B-Karaf, kita contohkan dengan menanam kopi dan saat itu potensi alamnya sangat rendah, kita membeli kopi dan kita bungkus dengan plastik putih, sudah pasti harganya sangat rendah. Namun, jika kita berinovasi kopi tadi kita buat menjadi starbuck coffee sudah pasti dapat menambah penghasilan,” ujar pemateri dari B-Kraf Pusat ini.

Sementara, Karyadi Kasubag Program Evakuasi dan Pelaporan Dinas Kominfo Pesawaran saat memberikan materi menjelaskan kegiatan seminar ini akan kita lakukan secara berkesinambungan. Sebab, program setiap desa harus sudah memiliki website sendiri adalah program Bupati Pesawaran, H. Dendi Ramadhona K, ST dan Wakilnya Eriawan, SH tentang keterbukaan informasi untuk publik di Pesawaran. Selain itu menurutnya, dari 148 desa baru sekitar 37 desa yang memiliki website, padahal pihaknya berkali-kali mengajak para kepala desa untuk membuat website desa, namun nampaknya yang tidak mau membuat adalah desa yang tidak ingin maju.

“Jika kita sudah memiliki website sendiri, ini mempermudah kita jika hendak mengurus atau mengetahui semua informasi di kabupaten. Teknologi Informasi ini sangat penting, sebab mempermudah dan memperpendek semua urusan baik dari tingkat desa hingga kabupaten,” ungkapnya.

Bahkan, menurut Karyadi Dinas Kominfo Pesawaran dalam waktu dekat akan membuat rumah kecil Tekhonogi Informasi. Mengapa rumah kecil, ruang atau tempatnya kecil, namun isinya yang besar. Dari pada rumah besar, tapi informasinya kecil.

“Kita akan buat rumah kecil, tapi informasinya besar dari pada sebaliknya. Bila nanti kawan-kawan kepala desa akan menanyakan informasi di dinas tertentu dan tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Buka website kami, Insya Allah akan kami jawab sampai kawan-kawan tahu dan mengerti,” tandasnya,

Kepala Desa Hanura Chodry Cahyadi dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan ini diikuti 37 kepala desa yang telah memiliki website sendiri dan beberapa Sekcam dari 11 Kecamatan. Selain itu menurut Chodry, pemateri dari Keminfo RI dan B-Kraf Pusat datang ke desanya untuk mensosialisasikan desa berbasis tekhnologi informasi di Pesawaran.

“Mereka datang ke Kecamatan Teluk Pandan guna seminar tentang penerapan TI, khususnya di Kecamatan Teluk Pandan yang telah menerapkan Tekhnologi Informasi (TI),” ujar Chodry dalam sambutannya.

Masih terang Chodry, Dalam seminar ini pemateri akan memberikan arahan penggunaan sarana dan prasarana tekhnologi dalam menyampaikan program desa dan potensi yang ada di desa.

“Seperi desa kami, sudah pasti kami akan menyampaikan program yang ada di desa kami dan potensi apa yang ada di Kecamatan Teluk Pandan,” ungkapnya.

Camat Teluk Pandan, M. Yuliardi, S.STP saat dijumpai usai pawai karnaval MTQ ke-45 saat disinggung dari 10 desa yang ada, hanya 1 desa yang belum memiliki website sendiri, yakni desa Gebang mengatakan, pihaknya sudah berkali-menghimbau agar semua desa yang ada di Teluk Pandan mengikuti kegiatan informasi teknologi dan memiliki website sendiri. Apabila desa tidak mau memiliki website sendiri, artinya desa itu tidak mau maju.

“Saya sudah ajak, tapi gak ada respon, ya mau di apakan lagi, memang tidak ada sanksinya, tapi ini sangat perlu untuk keterbukaan informasi. Kalo gak mau punya website sendiri artinya desa itu gak mau maju,” pungkasnya.

Berikut data-data desa yang memiliki website :

Kecamatan Teluk Pandan : 9 Desa.

Dari 10 desa,, hanya Desa Gebang yang belum memiliki website.

1,Marga Punduh : 6 Desa

Sukajaya Punduh, Umbul Limus, Kunyayan, Pulau Pahawang, Pekon Ampai dan Kekatang.

2.Padang Cermin : 7 Desa.

Durian, Gayau, Sanggi, Tambangan, Way Urang, Paya dan Padang Cermin.

3.Way Ratai : 5 Desa.

Gunung Rejo, Mulyo Sari, Ponco Rejo, Ceringin Asri dan Bunut Seberang.

4. Punduh Pedada : 4 Desa.

Bangun Rejo, Kota Jawa, Bawang dan Banding Agung.

4.Tegineneng : 4 Desa.

Sinar Jati, Gerning, Sriwedari dan Batahari Ogan.

5.Way Lima : 2 Desa.

Banjar Negri dan Kota Dalom.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan